Berita & Publikasi

Exporter Asal Jember Bertekad Praktikan Budi Daya Udang Vanamei Berkelanjutan

Oleh: Usmawati Anggita Sakti(Seafood Savers Communication Assistant) -  


Penandatanganan MoU antara CEO WWF-Indonesia dengan PT Mega Marine Pride
Penandatanganan MoU antara CEO WWF-Indonesia dengan PT Mega Marine Pride. ©WWF-Indonesia/Adella Adiningtyas

Berdiri sejak tahun 1984, PT. Mega Marine Pride merupakan perusahaan penyedia seafood yang berbasis di Jember, Jawa Timur. Perusahaan ini bergerak dalam bisnis pengolahan udang vanamei (Litopenaeus vannamei) yang dipasarkan dalam bentuk fresh dan matang, seperti udang nobashi.

 

Berangkat dari misinya, “To establish a solid & reliable management team, to develop human resources through continuous improvement and to be environmentally aware & demonstrate social responsibility”, PT Mega Marine Pride memutuskan untuk melakukan perbaikan program budi daya Aquaculture Improvement Program (AIP) bersama WWF-Indonesia. Selain itu, untuk memenuhi pangsa pasar di Amerika Utara, Asia, Eropa and Australia perusahaan memberlakukan pemantauan produk secara ketat yang berprinsip pada kejujuran, integritas, tanggung jawab dan pro-aktif serta bertekad kuat dalam pengoperasian bisnisnya.

Pada skema Seafood Savers, perusahaan mendaftarkan salah satu tambak penyuplainya, yaitu PT Delta Guna Sukses untuk menjalani AIP dalam mencapai sertifikasi Aquaculture Stewardship Council (ASC). Pembudidayaan udang ini dilakukan dengan metode intensif.

PT Mega Marine Pride mulai memasuki tahap awal keanggotaan Seafood Savers pada tahun 2017. Setelah melewati serangkaian tahapan, sejak awal pendaftaran perusahaan sampai pada peresmian keanggotaan yang dilakukan dengan menandatangani Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama Anggota Seafood Savers pada 6 Desember 2017, perusahaan resmi menjadi salah satu anggota Seafood Savers.

Sambutan dari PT Mega Marine Pride setelah penandatanganan MoU dan PKS
Sambutan dari PT Mega Marine Pride setelah penandatanganan MoU dan PKS. ©WWF-Indonesia/Adella Adiningtyas

 “Terima kasih WWF-Indonesia telah memberikan wadah bagi kami untuk mewujudkan praktik budi daya udang ramah lingkungan,” ucap Junita Dwi, perwakilan dari PT Mega Marine Pride.

Bertempat di Jakarta, penandatanganan menjadi landasan hukum bagi kedua belah pihak untuk melakukan perbaikan menuju sertifikasi ekolabel Aquaculture Stewardship Council (ASC). Sesuai dengan mekanisme keanggotaan, perusahaan mengimplementasikan prinsip ASC dalam produksi udang vanamei. Perbaikan aktivitas perikanan ini akan didampingi oleh tim WWF-Indonesia melalui Aquaculture Improvement Program (AIP) selama lima tahun. Tentunya, WWF-Indonesia dan perusahaan berharap sebelum masa keanggotaannya berakhir PT Mega Marine Pride  berhasil mendapatkan sertifikasi ASC.

Berita Terakhir