Berita & Publikasi

Produsen Kabayaki Lokal Awali Program Budi Daya Sidat Berkelanjutan

Oleh: Usmawati Anggita Sakti(Seafood Savers Communication Assistant) -  


fberlianti
Ikan sidat hasil budi daya PT Iroha Sidat Indonesia. ©Febrina Berlianti/WWF-Indonesia

Sidat (Anguilla spp) yang terkenal dengan sebutan “Belut Bertelinga” atau orang Jepang biasa menyebutnya unagi merupakan salah satu ikan yang memiliki nilai ekonomis tinggi di pasar lokal dan internasional. Olahan sidat yang dikenal sebagai unagi kabayaki (ikan sidat panggang) menjadi salah satu panganan favorit di Jepang. Tingginya minat pasar akan sidat mengakibatkan beberapa jenis ikan ini terancam punah. Saat ini, tiga jenis sidat dunia berada dalam status threatened (terancam punah), yaitu pada sidat Amerika (Anguilla rostrata), Eropa (Anguilla anguilla) dan Jepang (Anguilla japonica).

Menyadari hal ini, perusahaan produsen sidat panggang di Jawa Timur bertekad untuk melakukan program perbaikan budi daya sidat yang ramah lingkungan dan memastikan agar sumberdayanya berkelanjutan. Ialah PT Iroha Sidat Indonesia yang Jumat tanggal 2 Februari 2018 lalu melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dan Kerja Sama Pra Anggota Seafood Savers dalam perbaikan budi daya dan pengelolaan sumberdaya sidat dengan tim Seafood Savers WWF-Indonesia.

PT Iroha Sidat Indonesia merupakan sebuah perusahaaan yang bergerak dalam bidang perikanan budi daya dan pengolahan sidat Anguilla bicolor dan Anguilla marmorata di Indonesia. Perusahaan ini melakukan pembesaran sidat di tambak yang berlokasi di Banyuwangi mulai dari ukuran benih (glass eel) sampai ukuran konsumsi. Selanjutnya, sidat yang dipanen dari tambak akan diolah menjadi sidat panggang (kabayaki) beku di pabrik pengolahannya dengan mesin pemanggang otomatis untuk memenuhi pangsa pasar domestik dan internasional, yaitu Jepang.

20180202_102441 - Copy
Penandatanganan Nota Kesepahaman oleh Soetanto, Direktur PT Iroha Sidat Indonesia. ©WWF-Indonesia

Berpegang dengan visi “Menjadi perusahaan dunia yang unggul dan ramah lingkungan dalam produksi kabayaki” dan misi “Menjadi produsen terkemuka produk kabayaki yang berkualitas untuk kepentingan seluruh pemangku kepentingan industri”, perusahaan ini  berkomitmen untuk terlibat dalam program perbaikan perikanan budidaya AIP (Aquaculture Improvement Program) melalui keikutsertaan dalam program Seafood Savers.

Kali ini, tantangan PT Iroha Sidat Indonesia dan WWF tidak sama dengan perusahaan lain yang telah menjadi anggota Seafood Savers. Bersama-sama, PT Iroha Sidat Indonesia dan WWF berkomitmen untuk membangun Better Management Practices budi daya sidat bertanggungjawab.

“Kerjasama antara WWF dan PT Iroha Sidat Indonesia ini merupakan public private partnership untuk perikanan sidat Indonesia, yang berkomitmen untuk membangun panduan praktik budi daya bertanggungjawab yang didalamnya termasuk upaya untuk menjaga keberlanjutan sumberdaya sidat yang ditangkap dari laut Indonesia,” kata Abdullah Habibi, Manajer Tim Perbaikan Perikanan Tangkap dan Budidaya WWF-Indonesia.

Kerjasama ini juga diarahkan untuk menjajaki kemungkinan untuk dilaksanakannya kerjasama penelitian antara peneliti Indonesia dan Jepang, dengan dukungan dari perusahaan dan Seafood Savers – WWF sebagai bagian dari civil society dan dasar untuk membangun praktik budi daya yang bertanggungjawab dan praktik pemanfaatan sumberdaya sidat yang berkelanjutan.

Berita Terakhir