Berita & Publikasi

Selain MSC dan ASC, PT Samudera Eco Anugerah Targetkan Standar CoC dalam Skema Bisnisnya

Oleh: Usmawati Anggita Sakti(Seafood Savers Communication Assistant) -  


Foto bersama seluruh jajaran perusahaan yang baru menjadi anggota Seafood Savers dan sertifikat keanggotaannya
Foto bersama seluruh jajaran perusahaan yang baru menjadi anggota Seafood Savers dan sertifikat keanggotaannya. ©WWF-Indonesia/Adella Adiningtyas

Resmi mendaftarkan perusahaannya menuju sertifikasi Marine Stewardship Council (MSC) pada tahun 2015, PT Samudera Eco Anugerah Indonesia kembali mendaftarkan diri di keanggotaan Seafood Savers, WWF-Indonesia, menuju standar CoC (Chain of Custody) tahun ini.

Sejak tahun 2015, PT Samudera Eco Anugerah bersama WWF-Indonesia mengimplementasikan program perbaikan perikanan tangkap (Fisheries Improvement Program/FIP) dan budi daya (Aquaculture Improvement Program) AIP. PT Samudera Eco Anugerah yang tidak hanya menjalankan perbaikan perikanan di tingkat produksi, tetapi juga di tingkat pemasaran dibuktikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama sebagai buyer dan wholesaler. Penandatanganan ini berlangsung di Jakarta pada 6 Desember 2017.

PT Samudera Eco Anugerah yang dikenal dengan nama dagang Fish ‘n Blues selain bergerak sebagai produsen juga menjalankan bisnisnya sebagai ritel dan wholesaler seafood (hidangan laut) ramah lingkungan. Berbasis di Bali dan Jakarta, perusahaan menyediakan produk perikanan seperti ikan, udang, kepiting dan kerang yang diperoleh dengan cara ramah lingkungan dan tidak merusak ekosistem di alam.

Sambutan dari Fish'n Blues
Sambutan dari Fish’n Blues atas keanggotaannya sebagai produsen dan buyer retailer ©WWF-Indonesia/Adella Adiningtyas

Dalam skema Seafood Savers, Fish‘n Blues mendaftarkan 15 spesies produk untuk mengimplementasikan perbaikan perikanan menuju sertifikasi CoC (Custom of Custody).  Produk yang didaftarkan antara lain tuna sirip kuning, kerapu, kakap merah, kakap putih, jenahak, tenggiri, baronang, kerang dara, kerang bulu, kerang batik, kerang baling-baling, kepiting bakau, kuwe dan udang windu.

Produk seafood-nya berasal dari nelayan yang memiliki komitmen untuk melakukan praktik perikanan berkelanjutan dan bertanggung jawab. Fish ‘n Blues dan WWF-Indonesia percaya bahwa dengan mengkonsumsi produk seafood berkelanjutan, maka buyer dan konsumen turut berpartisipasi menjaga kelestarian laut dan sumber daya perikanan Indonesia serta membantu perekonomian nelayan skala kecil. WWF-Indonesia berharap proses menuju CoC akan berjalan lancar sesuai dengan program FIP dan AIP yang dijalani saat ini.

 

Berita Terakhir