Berita & Publikasi

Indonesia dan Upaya Peningkatan Konsumsi Ikan di Dalam Negeri

Oleh: Arif Fajar Sulistyo(Seafood Savers Communication Assistant), Chairul Fajar(Seafood Savers Intern) -  


© Simon Buxton / WWF
© Simon Buxton / WWF

Sebagai Negara Maritim dengan luas laut sebesar 3,25 juta km2 dan 2,55 juta km2 Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)[1], Indonesia memiliki luas perairan yang lebih besar dari pada luas daratannya. Memiliki luas wilayah kelautan yang melebihi daratan, membuktikan bahwa Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa dalam sektor kelautan.

Kekayaan laut yang dimiliki seperti variasi jenis ikan, udang, rumput laut dan berbagai jenis mahluk hidup laut lainnya mampu menarik perhatian masyarakat baik dari dalam maupun luar negeri terhadap hasil kekayaan laut Indonesia. Namun, meskipun menyandang gelar sebagai negara maritim dan didukung dengan melimpahnya sumberdaya kelautan, konsumsi sumber protein masyarakat Indonesia terhadap ikan dan produk turunannya yang sebesar 47,12 kg/kapita pada 2017 dimana angka tersebut dirasa masih dapat dinaikan.

© Jürgen Freund / WWF
© Jürgen Freund / WWF

Pada tahun yang sama Malaysia mampu mengkonsumsi 70 kg/kapita, Singapura 80 kg/kapita, sementara Jepang mendekati 100 kg/kapita[2]. Seiring berjalannya waktu, Indonesia secara perlahan mulai memperbaiki upaya peningkatan konsumsi ikan dan produksi perikanan nasional. Upaya ini membuahkan hasil dengan terlihat tren positif peningkatan perkembangan konsumsi ikan nasional per-kapita yang mengalami peningkatan pesat hingga mencapai 50,69 kg/kapita pada tahun 2018, naik sebesar 3,57 kg/kapita dari tahun 2017. Serta, volume produksi perikanan nasional yang pada tahun tahun 2016 sebesar 22,83 juta-ton naik sebesar 23,01 juta ton pada tahun 2017[3].

Solusi pemerintah dalam mengintensifkan bagaimana mempromosikan konsumsi ikan sekaligus memperkuat sektor perikanan di pasar domestik adalah dengan meningkatkan citra perikanan dan ikan yang sehat. Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) dinilai sebagai langkah strategis terkini pemerintah pusat dalam menggairahkan konsumsi ikan domestik. Langkah pemerintah pusat ini turut diperkuat oleh Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (FORIKAN) sejak tahun 2006 yang menghimpun berbagai unsur lembaga/instansi pemerintah lintas sektoral, swasta, asosiasi perikanan, asosiasi profesi dan lain sebagainya.

Forum ini telah dibentuk mulai di tingkatan nasional, provinsi, kota/kabupaten hingga kecamatan yang hingga kini tercatat telah ada di 34 provinsi dan 229 kabupaten/kota di seluruh Indonesia[4]. Di tingkat daerah forum tersebut turut menggandeng pemerintah daerah dalam mendorong kontribusi angka konsumsi ikan nasional melalui penyediaan berbagai akses dan fasilitas terkait guna memudahkan masyarakat memperoleh produk-produk perikanan[5]. Melalui program GEMARIKAN diharapkan pemerintah mampu mengapresiasi lebih terhadap pelaku bisnis perikanan yang bertanggung jawab dengan banyaknya mitra pemerintah daerah baik dalam level provinsi maupun kabupaten.

Selaras dengan program yang dicanangkan pemerintah tersebut, Seafood Savers WWF-Indonesia mendukung penuh upaya pemerintah dalam penguatan perikanan di pasar domestik dengan tidak meninggalkan visi mewujudkan praktik perikanan yang berkelanjutan. Mengingat banyak pelaku bisnis perikanan bertanggung jawab di Indonesia yang sudah mendapatkan sertifikasi ecolabel MSC maupun ASC pada produk perikanannya, namun masih minim kesadaran masyarakat terhadap produk ekolabel. Sudah selayaknya momentum GEMARIKAN yang digaungkan oleh pemerintah pusat dapat menggiatkan produksi dan distribusi produk berkelanjutan yang dihasilkan oleh industri perikanan dalam negeri ke pasar domestik.

Melalui produk ekolabel yang mendapat jaminan penangkapan dan budidaya ramah lingkungan, maka akan terjalin simbiosis yang positif antara alam dengan kebutuhan konsumsi manusia. Dengan begitu, peningkatan konsumsi ikan dalam negeri dapat dilakukan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Sumber :

[1] KKP. (2017). Maritim Indonesia, Kemewahan Yang Luar Biasa. Diakses dari http://www2.kkp.go.id/artikel/2233-maritim-indonesia-kemewahan-yang-luar-biasa pada 2/12/2019

[2] Widria, Yefni. (2019). Pemindangan, Teknik Pengolahan Ikan yang Memiliki Potensi Meningkatkan Konsumsi Ikan Nasional. Diakses dari https://kkp.go.id/djpdspkp/bbp2hp/artikel/11443-pemindangan-teknik-pengolahan-ikan-yang-memiliki-potensi-meningkatkan-konsumsi-ikan-nasional pada 2/12/2019

[3] Data Volume Produksi Perikanan, KKP dalam Angka tahun 2018, Diakses dari https://kkp.go.id/setjen/satudata/page/1453-kelautan-dan-perikanan-dalam-angka pada 2/12/2019

[4] Seafood Savers. (2019). Kajian potensi pasar domestik produk perikanan berkelanjutan di Bali. Hal 21

[5] Pregiwati, Lilly A. (2019). FORIKAN Indonesia, Dukung Pemerintah Cegah Stunting. Diakses dari https://kkp.go.id/artikel/13339-forikan-indonesia-dukung-pemerintah-cegah-stunting Pada 2/12/2019

Berita Terakhir