Berita & Publikasi

Penilaian Awal: Upaya Program Perbaikan Perikanan Udang di Jawa Tengah

Oleh: Buguh Tri Hardianto(Capture Fisheries Officer) -  


Nelayan Pemasok Udang PT Cassanatama Naturindo / ©WWF-Indonesia/Buguh Tri Hardianto
Nelayan Pemasok Udang PT Cassanatama Naturindo / ©WWF-Indonesia/Buguh Tri Hardianto

PT Cassanatama Naturindo yang bedomisili di Semarang, Jawa Tengah memulai upayanya untuk memproduksi kerupuk udang yang ramah lingkungan sejak tahun 2017. Perusahaan juga menggandeng kerja sama dengan kelompok nelayan setempat, para nelayan memiliki peran sebagai pemasok perusahaan dalam menyediakan udang yang ditangkap dengan alat tangkap yang ramah lingkungan. Tercatat sebagai anggota Seafood Savers sejak tahun 2016, PT Cassanatama Naturindo bersama WWF-Indonesia mendampingi nelayan untuk mulai melakukan pencatatan hasil tangkapan atau logbook.

Upaya ini dilakukan untuk mengumpulkan informasi terkait data hasil tangkapan yang dibutuhkan untuk mendukung pengelolaan sumber daya udang di Jawa Tengah. Kelompok nelayan yang menjadi mitra PT Cassanatama Naturindo berjumlah 5 kelompok, masing-masing tersebar di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. WWF-Indonesia turut berkontribusi dalam memeriksa alat tangkap yang digunakan para nelayan, guna memastikan udang ditangkap menggunakan alat tangkap yang berkelanjutan dan tidak merusak.

Setelah memastikan nelayan menggunakan alat tangkap Jaring 3 Lapis (Trammel Net) dan Jaring Perangkap (Trap net/Pot), PT Cassanatama Naturindo turut bekerja sama dengan akademisi dalam mengumpulkan informasi seputar kondisi sumber daya udang di Demak. WWF Indonesia mendukung penuh kerjasama ini sebagai salah satu langkah awal dalam mendapatkan sertifikat Marine Stewardship Council (MSC), mengingat untuk mendapatkan sertifikasi dibutuhkan komitmen yang tinggi.

Kerupuk Udang / ©Cassanatama Naturindo
Kerupuk Udang / ©Cassanatama Naturindo

Dalam sertifikasi MSC, terdapat 3 prinsip, yaitu status stok taret tangkapan, dampak aktivitas penangkapan ikan terhadap lingkungan, dan tata kelola perikanan yang efektif, serta 28 indikator penilaian yang harus dipenuhi oleh perusahaan. Hal ini membutuhkan kepatuhan dan kerjasama dari seluruh pemangku kepentingan di Jawa Tengah hingga tingkat pusat untuk dapat melenggangkan langkah PT Cassanatama Naturindo meraih sertifikasi MSC. Upaya menuju sertifikat MSC ini juga mendapat dukungan yang baik dari Buyer PT. Cassanatama Naturindo. Dukungan ini menjadi poin yang sangat baik, dimana pasar ikut serta dalam prosesnya. Harapannya dengan adanya dukungan dari pasar, dapat mempercepat proses mendapatkan sertifikat MSC.  Dengan adanya sertifikat ekolabel, nantinya akan mengangkat nama produk perikanan di Jawa Tengah khususnya Kerupuk udang di pasar dunia dan memberikan kesejateraan bagi masyarakat nelayan.

Untuk mengetahui posisi perikanan udang di Demak dalam memenuhi standar sertifikasi MSC, PT Cassanatama Naturindo didukung oleh buyer-nya  bekerjasama dengan Peterson Control Union sebagai Conformity Assessment Body (CAB) dalam menjalankan penilaian awal MSC pada nelayan mereka di Demak. Penilaian awal MSC yang dilakukan sejak 10 Juni 2020 dan masih berjalan hingga saat ini, tujuannya adalah untuk mengetahui tingkat kesenjangan antara praktik perikanan udang yang ada di lapangan dengan standar MSC. Saat ini proses penilaian awal yang dilakukan masih dalam tahap pengumpulan data dan informasi yang dibutuhkan sesuai dengan 28 indikator penilaian yang ada di MSC.

Penilaian awal ini akan turut melibatkan para pemangku kepentingan seperti Pemerintah Daerah Jawa Tengah, Pemerintah Pusat, dan Akademisi untuk mengonfirmasi keabsahan informasi yang telah didapatkan serta mendapatkan umpan balik dari para pemangku kepentingan tersebut. Harapannya, informasi kesenjangan dari hasil penilaian awal MSC dapat dijadikan kerangka acuan dalam melakukan perbaikan perikanan udang, dan membuka jalan dalam menginisiasi langkah bertahap menuju produk kerupuk udang yang ramah lingkungan serta berkelanjutan di Jawa Tengah.

Berita Terakhir